You'll Know Me As...

My photo
Jakarta, Indonesia
Founder of @ProjekMimpi - a reality book and workshop project. Founder of @LenteraMahadaya - a non profit organization for Muallaf / Muslim convert Proud owner of Love Actually Planner @LA_Planner + @Lady Mosh Invaders [Rockin' clothing line for hijabers] @LadyMoshInvader - Twinkle Twinkle(band) Manager @thetwinkstars. Media / Promotion Manager of @KitchenDeath gothic band Jakarta - a rebel. a lover. a dreamer. a believer. a fighter. lately a muallaf. loves writing fiksimini and blogging. an ordinary someone with XTRAordinary dreams. a proud SINGLE mother of one adorable metalhead son \m/ .that i can be a bitch most of the times [err in a positive way I suppose?] .hopelessly romantic ordinary woman - LOOKING FOR that special someone to fill in the 'gap' and help making me whole; again -

Tuesday, August 16, 2011

ASA TERTUNDA : AKU MENANTIMU DISINI

Ah, sudah kau cerahkan kelam hari-hariku…
Sudah kau rangkaikan pelangi di atas mendung yang menggayutiku …
Sudah kau teteskan harap ke atas cawanku ….
Sudah kau hembuskan hidup kedalam setiap denyut nadiku ….
Sudah kau rajut pintalan mimpi ke dalam benakku …..
dan Sudah kau materaikan namamu di sudut hati ….

Sudah berapa lamakah kau sentuhkan hatimu disana?
Ku kecap setiap sensasi yang tercipta,
Ku nikmati setiap wacana yang terbagi,
Ku resapi setiap kata yang terurai,
Masih dari lubuk yang sama , Peri kelam ini mengiba dalam harap

Hei...,
Kuharap, ini bukanlah sekedar bagian dari roda takdir yang harus kita jalani.
Kuharap, ini bukanlah sekedar keliman pendewasaan hidup SANG PENCIPTA

Kuharap ini ABADI...
Karena disaat indahnya ASA bersanding dengan manisnya HARAP ,
Yang ada hanyalah terang bagi selaksa jiwa-jiwa resah
Pembebasan bagi jiwa-jiwa yang terkukung
Pelabuhan bagi jiwa-jiwa yang lelah
Jika ini mimpi, jangan bangunkan aku!
Aku ingin selamanya begini!
Karena disisimu kini, aku punya arti

Sebuah asa yang tertunda, menanti saatnya menjelma ….
Tanpa kata, tanpa suara, hanya ada KITA dan CINTA ….

Pencarian Itu Akhirnya Selesai Sudah

Pernah suatu ketika,
Pengembara hidup ini begitu lelah, marah dan mengumbar sumpah serapah.
Seakan setiap yang terlewati hanya menyisakan luka yang terus berdarah dan bernanah

Seakan hanya ada ratap, caci, benci, ilusi dan ironi yang merajai,
Merenungi setiap inci gores yang terajam pedih
Kaki ini sudah lelah menapak, Setiap sudut sudah muak terjelajahi,
Mata nanar mencari sekerjap cahaya yang nyata di antara berjuta yang maya
Tapi semua percuma, karena terang itu tak ada disana

Terduduk dalam pasrah dan gundah, dan yang tersisa hanya kata "Cukup Sudah" yang ingin dimateraikan dalam gundukan tanah basah, tempat perhentian terakhir dalam keabadian...

Tetapi disaat ia menyentuh hatinya,
mencoba menambal luka dan serpihan itu dengan apa saja yang ia punya,
sebuah tutur samar terdengar,
"Mengapa tidak kau cari AKU sedari dulu?"
"Mengapa kau begitu teguh berpegang kepada kemanusiaanmu?"
"Lupakah kau bahwa AKu lah yang Maha Tahu?"

Saat itu, hangat menyelusup kedalam kalbu dan memberikan arti baru
"AKU, tidak pernah jauh anak-Ku, sekalipun TIDAK"

Seketika itu juga, tumpul sudah kesombongannya,
dan ia pun menangisi kebahagiaan yang baru saja direngkuhnya.
Ia sudah menemukan yang ia cari…
Kebahagiaan itu sederhana adanya, hanya didalam DIA, dan hanya DIA

BEDEBAH! PERI KELAM INI MERUTUK LAGI! [a divine world of hypocrites]

Dunia yang kudiami sungguh bermuka dua!
Hanya ada batas samar antara nyata dan maya
hitam dan putih
cinta dan nista!


Sempurna sudah sandiwara durjana
Pelengkap ironi pendera jiwa yang berduka


Tertatih Peri Kelam ini melangkah,
Merintih menagisi pedih ….
Menyangsikan semua yang elok terpapar,


Memendam amarah dan sumpah serapah yang menggeliat membakar!
Teronggok membatu di sudut kelu ….
Meregang …. meradang … mengerang ….
Mencoba mengais kumpulan percaya yang terbuang!


BANGSAT!


Belenggu ragu kini mengukung diri lagi ….
Melumpuhkan nadi, mengoyak jauh kedalam sanubari …..
Hanya ada RAPUH yang tertinggal disini …


*finally got sick and tired of believing the world!*

Friday, August 12, 2011

SI BANGSAT YANG BEBAL [a love & hate tragedy of our exes]

tut…tut…

nada tunggu di seberang sana mengisi keheningan masih seperti kemarin,
diangkat hanya untuk dimatikan …
terabaikan dalam sepi dibalik kelamnya malam …
menanti keajaiban itu datang, kala dia putuskan lupakan segala kesumat yang membakar,
menjawab segala kegamangan dan ucapkan, "HALO"

tut….tut…

ditemani kepulan asap rokok yang menggayut masih menanti sesuatu yang tak pasti

si BANGSAT ini memang BEBAL!

"Tidak muakkah kau diacuhkan??!!
Tidak geramkah kau diabaikan?!
Bangun, BODOH! Dia sudah pergi dan tak akan kembali! Jangan lagi MIMPI!"

tut…tut…..dan lagi-lagi tut ……
masih seperti hari yang kemarin, kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi …
entah sampai kapan BANGSAT ini akan bertahan dalam penantian

{pick up that goddamn phone, please?}

...Sungguh, Kali Ini Aku Tidak Bisa...



Banyak yang bilang, dunia ini panggung sandiwara
Putih kali ini, hitam kali nanti
Berlakon suci hari ini, berahi esok nanti
Samar sudah batas antara benar dan salah,
"Selama aku untung, perduli setan jika ada orang lain yang buntung"


Berkubang dalam dosa, ah, sudah biasa
Tak ada lagi cap nista  terbeban di pundaknya,
Yang ada hanya tawa lepas bahagia setelah terpenuhi hasratnya
Sekejap lupa bahwa orang-orang tercinta menaruh percaya didalam setiap helaan nafasnya
"Yang penting aku bebas mencinta meski tanpa norma-norma", begitu katanya...


Namun kali ini ada yang berbeda,
Justru disaat dia "butuh", tak lagi ia cari alasan untuk dengarkan tubuhnya mengeluh dan melenguh
Meski napasnya terdengar memburu, berpacu dengan jantungnya yang berdetak; nyaris menggelegak menahan syahwat,
yang mencumbui setiap inci kulitnya yang tanpa penutup aurat;
Bagai gelegar kilat, seketika tersadar kembali ia akan lembutnya kecupan hangat;
yang senantiasa membangunkannya disaat malam serasa tidak bersahabat,
yang setia mendekapnya ketika ia penat untuk sejenak berlindung dari hingar bingar hidup yang semakin jahat
Tergambar lintasan wajah malaikat-malaikat mungilnya di pelupuk matanya dan beranjaklah ia sambil menahan air mata, "Sungguh, kali ini aku tidak bisa",


Berlalu ia di dalam lintasan malam pekat, saksi bisu ia kembali pulang membawa bongkahan rasa tobat,
beserta kerinduan untuk hidup terhormat dan lupakan cacat yang pernah membebat


Ia, seorang janda muda dan ibu beranak dua,
Yang lelah bermain dengan api di dalam dirinya...

*to all single mothers out there, salute! thank you for fighting for us, your children!*

DIMANA OTAKKU? DASAR DUNGU!

Dasar otak DUNGU!

Selalu kebodohan sama yang berulang!
Kenapa harus lebih dulu mulut yang lancang bersuara daripada otak yang bekerja??!!!

Harusnya kopotong saja lidahku sejak dulu agar tidak lagi menyakiti!
Harusnya kusekolahkan lagi otakku agar tidak lagi lamban mencerna!
Atau kugantung saja diriku, agar mati sekalian otakku!

Harusnya kupenggal saja tanganku agar tidak ada lagi yang sakit matanya membaca apa yang terketik olehnya!
DAN... Harusnya kucongkel saja mataku karena toh selama ini ia tidak banyak berguna!
Mata yang sia-sia! Hanya bisa melihat tapi tidak memahami apa yang terbaca!

Penghabisan dari semua keBODOHan ini adalah teraniayanya "dia" yang selama ini memberi cahaya
Hanya bisa berharap… perpisahan bukanlah kesudahannya Karena "Dia" terlalu berharga

...Tahukah Kamu, Aku Cemburu?...

Tahukah kamu, bahwa aku begitu cemburu,
dengan waktu yang begitu cepat berlalu,
berpacu bersama detik, berlari dalam hitungan menit
dan terlarut dalam putaran jam yang lajunya tak mampu kutahan
enggan rasanya tenggelam bersama waktu tanpa ada kamu, dekatku...


Tahukah kamu, kalau aku begitu rindu?
jika aku mampu, ingin aku bekukan waktu, agar bisa bersamamu selama aku mau
tanpa harus berbagi dengan yang lain, hanya untuk aku...


Tahukah kamu aku cemburu?
Sisakan sedikit ruangmu buatku,
Karena aku tahu pasti, tak ada yang bisa gantikan kamu,
tak ada yang bisa begitu rapi mengisi hati selain dirimu,
dan ini adalah satu dari beribu alasan mengapa aku begitu takut, kehilanganmu,
sungguh...