You'll Know Me As...

My photo
Jakarta, Indonesia
Founder of @ProjekMimpi - a reality book and workshop project. Founder of @LenteraMahadaya - a non profit organization for Muallaf / Muslim convert Proud owner of Love Actually Planner @LA_Planner + @Lady Mosh Invaders [Rockin' clothing line for hijabers] @LadyMoshInvader - Twinkle Twinkle(band) Manager @thetwinkstars. Media / Promotion Manager of @KitchenDeath gothic band Jakarta - a rebel. a lover. a dreamer. a believer. a fighter. lately a muallaf. loves writing fiksimini and blogging. an ordinary someone with XTRAordinary dreams. a proud SINGLE mother of one adorable metalhead son \m/ .that i can be a bitch most of the times [err in a positive way I suppose?] .hopelessly romantic ordinary woman - LOOKING FOR that special someone to fill in the 'gap' and help making me whole; again -

Thursday, March 15, 2012

Mengulas Status


One night stand. Fuck buddy. No strings attached. Friends with benefit. Casual sex.

Well, who the hell cares?
I care!!!

If you're gonna break my heart, would you please have the courtesy to let me know in advance?
At least no need those 'I think I'm in love with you' drama or giving me those kind of look and pretended that you're gonna be there for me when I fall but then you're actually not when I stumbled

Oh geez! Stop the crap, will you?
Don't even promise me the moon if you couldn't even be the one who I could turn to whenever I needed you the most

Saturday, February 25, 2012

Shadows



Dear, to you I might be just a shadow,
haunting your present and might never make it to the future
as invisible as the air that you breathe and been trying so hard just to make you see,
someone who's willing to go the distance for you, and could care less of waiting in vain

Been wondering if I could somehow be the one who put the smile on your face every time you're near,
and be the one who you will be missing whenever we're far apart
I know for sure that I might never be able to erase the memories or mend the heart once broken, sometimes in your past
but if you only let me, I would die just to make sure that you're happy whenever I'm around
catch the stars for you and chase the storm away, if only you wish

Don't ask me how or even questioning why,
what I'm feeling for you is beyond of what I could have imagined,
I might not fit in or even worthy enough for you to fight for,
but if only you willing to try, I'll keep your heart from tearing apart in pieces
there's nothing I wouldn't do, and nothing that I could not do, when it is about you....

To you, I might be just a shadow,
and I'm hoping someday, one day, you'll be able to see me, the way that I see you

Monday, February 20, 2012

Haters, Thank You for Hating [a tale of a broken vase]



Dear haters, thank you for hating
for talking behind my back about the things you know nothing about
for judging me just as thick as skin deep
to you, I might be just flesh and bone, heartless and absent minded
got nothing to be proud of and would be such a waste of time just to have me around
but oh, wait, thanks to you my dear haters, those who love me, keep sticking around, knowing that I have so much more to offer, 'cause they look deeper


Just like a broken vase, shattered and wrecked,
no matter how hard I've tried to glued myself back,
the scars remain within...visible for you to see and even touch
and if you condemned me for what you could witness, do I have the right to be angry?
I just let it be. What more can I say to proof that you're wrong?
For what I know, whatever good or bad, a vase is still a vase
designed to hold the greatest gift God made, beautiful flowers here and there
and though it may look ugly from the outside, what's kept inside doesn't stop the vase from standing out from the rest
it still shines, effortlessly

and thanks to you dear haters, now I realize that, those who love me, will still be loving me and accepting me for who I am and not for who I was


Friday, February 17, 2012

KOTAKKATIKRASA

 

Malam ini, kembali saya terkena insomnia akut yang membuat mata sulit untuk dipejamkan rapat-rapat.
Hasrat untuk kembali membiarkan jari menari diatas deretan huruf dan menatap layar datar belasan inci dihadapan saya membuat saya kembali menggeliat. Bangun dari hibernasi singkat.

Playlist berputar acak dan pada saat saya menjetikkan kata demi kata pada lembaran dunia maya, "I Won't Give Up"-nya Jason Mraz mengalun.
Kembali saya diingatkan akan #dia yang begitu rapat mengisi hati, otak dan juga mimpi beberapa minggu belakangan ini.
Seorang biasa yang begitu luar biasa. Setidaknya begitu menurut saya.
Betapa tidak?
Saya yang biasanya akan sangat emosi [juga frustasi] jika dinomorduakan dan akan menjadi berapi-api jika tidak ditanggapi kini bisa begitu mudah berkompromi dengan hal-hal yang #dia cintai; meski seringkali membuat saya harus sedikit menahan diri.

Entah ada hubungannya atau tidak dengan rasi perbintangan yang menakdirkan saya 'jatuh' dalam bagan Aries, yang katanya sih, mereka yang lahir dibawah naungan zodiak berlambang kambing jantan ini selalu ingin jadi yang nomor satu dalam segala hal. Ya untuk urusan cinta, keluarga, pertemanan hingga karir.
Datang untuk menang dan istilah kalah sama sekali ngga masuk dalam daftar.
Terkesan arogan? Well, mungkin karena Aries memang adalah zodiak yang memang ada di jajaran pertama jika dihubungkan dengan teori astrologi.
But, we're not here to discuss how Arian I am, are we?

Banyak hal yang masuk dalam list "things he'd love to do"-nya. #dia baru saja menemukan keasyikan baru dan tambatan hati lain, selain saya dan beberapa hal lainnya.
Entah jika diurut-urut dari nomer satu hingga kesekian, ditempat keberapa saya diletakkannya.
Saya enggan bertanya [lagi] sambil berdoa siapa tahu suatu waktu #dia berinisiatif merubah penempatannya.
Saya pun berlomba mencuri perhatiannya disela-sela waktu sibuknya yang seringkali berujung pada habisnya kuku jari saya gigiti karena lagi-lagi saya harus menghabiskan hari sendiri.
Kecewa? Iya, pasti.
Untuk marah, saya ngga rela. #dia terlalu berharga untuk saya bombardir dengan gumpalan emosi sesaat yang bisa beranak-pinak jadi lontaran maha dahsyat jika diberi celah.
Tapi lucunya, semua rasa dongkol hilang ketika saya tahu betapa bahagianya #dia bisa melakukan semua yang #dia suka.
Dia sebut saya "gombal", ketika saya bilang saya sudah cukup terhibur walau saya hanya bisa melihat senyumnya dari balik kaca atau sekedar melihat bayangnya dari kejauhan disaat jarak menyekat tidak bersahabat.
Ini gila, tapi juga sama nyatanya. 
Bahagianya ya bahagia saya juga tanpa ada embel-embel terpaksa atau bahkan memaksakan rasa.

Sama seperti malam ini ketika mata saya tertumbuk pada goresan pena virtualnya tentang mimpi-mimpinya dan beberapa prosa tentang apa yang #dia rasa, tanpa terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari pelupuk mata.
Ketika tersadar, basah sudah pipi saya oleh air mata.
Entah mengapa, 
saya ikut tertawa ketika dia bercerita tentang hal-hal yang membuat #dia terbahak;
ikut tersayat ketika hatinya terluka dan membuatnya lara
juga larut dalam haru disaat menyelami berbagai harap dan angan yang mampu terbaca disana.

"A Thousand Years"-nya Christina Perry menutup lamunan saya. It's nearly 3 in the morning.
Saatnya menyudahi tulisan ini sebelum akhirnya saya meracau lebih lama lagi dan semakin mengingini #dia hadir disini.
Ada doa yang terselip ketika saya kembali mengingat #dia malam ini, agar semua yang indah jadi nyata, membawa si pengejar matahari berlari lebih tinggi menggapai mimpi
Untuk #dia, tak mengapa jika saya harus berpacu dengan waktu atau bahkan menunggu.
Memang hanya #dia, yang saya perlu. Kemarin, saat ini, dan jika Sang Pemberi Hidup ridha, sampai nanti, nanti, nanti dan nantinya lagi...

Goodnite *kriwil, love you so!
Sleep tight, don't let the bad bugs, bite


Monday, February 13, 2012

Maybe If...



If only I was prettier
If only I was thinner
or might be if I was fancier,
I could have you by my side by now

Maybe if only I'm smarter,
If only I'm cooler
or might be if only I'm better
You would have been wanting me

But so sorry, dear,
if I was not what you have been expecting
I have my flaws and guilts to bear
and I could not have run from my past even if I tried
So sorry if what have shaped me to be who I am today was the one that scared you away

But this is just me!
Someone ordinary who's been waiting for that special someone,
who would love me just the way I am,
without even being told or even begged
who would happily walk by my side through happinnes and sorrow,
and who would never let me leave his sight, simply because he cares

And hey, it's just me!
Someone who's tired of being afraid of losing someone
cause somehow love is just another battle to be won
and I don't wanna have another sleepless nights just to worry whether will you love me tomorrow or won't?

So, Mr. Cupid,
Let me wait in line for my next turn to come
But this time, please do make sure that you 'hit' us both,
so I won't be the only one who's feeling this all over again

Sunday, February 12, 2012

Oh, Dear Child Abuser, I Thank You For....


For making me the way I am today
for letting me know "homo homini lupus" are so damn real
you're such a predator for your own kind, but wait, no fair, not the helpless one, please!
But anyway, thank you, oh dear abuser,
what is failed to kill me is the one that made me stronger
well, the bruises might seem to stay for a while, but not for long, cause I'm spreading my wings higher
I used to hide behind closed curtains
counting your steps while watching you fade away
been trying so hard to scream yet only whispers could be heard
having trouble sleeping just to chase the nightmares away
still, there were no night passed without you haunting my mind
and imprisoning me till I found it was so damn hard to breathe
Now, scars are the only proof of what you've been marking,
but tell you what, it ain't bring me down, not until the day till my flesh rot on the deeper ground
you can made me bleed my heart away, but can never take what I have left, neither my pride nor dignity
So, my dear abuser, thank you for making me realize this;

Tuesday, January 31, 2012

Ketika Gwe Bilang Sayang, Bukan Sekedar Kumpulan Abjad Tanpa Makna



Well, here I am, again, alone in my small-dark-boring-corny room,
trying to figure out what's been bugging me lately and suddenly, out of nowhere I decided to write this...

Ketika untuk kesekian kalinya gwe berucap "sayang kamu" buatnya, sepertinya tidak lagi perlu ada underline atau question bahkan exclamation mark dibubuhkan disana.
Semua sudah tergambar jelas dan kasat mata tanpa lagi perlu meraba-raba.
Apa adanya tanpa tambahan penyedap rasa.
It's now freaking 03:08 in the morning and still can't get him outta my head.

"Apa sih yang begitu istimewa tentangnya?"
Kalau ditanya begitu entah akan gwe jawab apa.
Dia jelas-jelas bukan Bruce Wayne, yang siangnya adalah jutawan dan malamnya jadi pahlawan
Hanya seorang pemuda biasa yang mampu menorehkan getar luar biasa setiap kali bersama.
Ngga perlu lah muluk-muluk bicara politik atau ikut mengomentari naik turunnya perekonomian negara, berbagi hal-hal sederhana yang dia lakukan sehari-harinya saja sudah cukup untuk membuat gwe menganga dan bilang "whoa?"

Kita tidak jauh berbeda, ternyata. Dua kepala yang tak sama, namun hatinya serupa.
Gwe suka, kita bisa menertawakan kekonyolan yang sama berdua tanpa harus merasa terpaksa hanya untuk sekedar menyamakan rasa.
Dibalik kepingan harap yang rapi tertata, kita punya mimpi yang berdenyut dalam satu irama, ingin bahagia dengan cara yang sederhana.

"I believe, love is the answer"


Cinta, punya daya magis yang sempurna, mampu membuat mereka yang dilingkupinya sanggup melakukan hal-hal yang tidak lagi bisa dinalar oleh logika
Dan ketika cinta menyapa, gwe hanya bisa bilang "iya"
Gwe ngga lagi bisa menolak getaran yang menyembul-nyembul didada dan sibuk berlompatan di kepala.
Yang gwe tahu, dia begitu sempurna dibalik ketidaksempurnaannya. Perfecto :)
Ngga ada lagi pembatas tentang bibit, bobot, bebet dan segala bla bla bla lainnya, toh semuanya berbalik kepada rasa yang menyatukan segala beda
Kekuatan mahadaya yang sanggup meruntuhkan segala dogma dan membuatnya begitu bercahaya bagi mereka yang saling mencinta

Ketika saatnya tiba untuk gwe bilang sayang atau cinta, maka itu bukannya lagi sekedar kumpulan abjad tanpa makna, karena gwe tau, inilah yang membuat gwe bahagia dan serasa memiliki segalanya.
Bahagia versi gwe itu, sederhana.....







Aku, Rindu dan Dia



Siang ini aku begitu rindu....
Tersekat kepungan rasa yang begitu menggangu,
Mengusik kalbu inginkan bertemu
Walau hanya untuk sekedar mengamati dari kejauhan dan menikmati debaran yang terasa begitu lugu
Hanya bisa diam tergugu, memeluk bayangnya dan mengucap dalam hening "aku, rindu"

Bersama dia, semua terasa begitu berbeda...
Betapa hal-hal sederhana bisa terasa begitu luar biasa dengannya
Tanpa harus banyak berucap, setiap genggaman juga tatapan sungguh terasa meneduhkan
Enggan rasanya harus beranjak ketika waktu tak lagi bersahabat
Ingin selalu dekat walau jarak menyekat

Siang ini aku begitu rindu....
Hanya inginkan dia tahu bahwa hari yang terjalani kini tak akan pernah lagi sama, sejak dia ada






Friday, January 27, 2012

Age Ain't Nothing but A Number



Sepenggal lirik lagu milik Aaliyah jaman SMP dulu terasa menggelitik akhir-akhir ini, "age ain't nothing but a number'
Yeah right,
"Age ain't nothing but a number, throwing down ain't nothing but a thang,
This loving I have for you it'll never change"



Jika bicara soal cinta rasanya memang tidak lagi ada yang bisa dinalarkan oleh logika ya.
Sebuah list panjang yang saya buat beberapa tahun silam tentang kriteria pasangan idaman terasa 'basi' sekarang jika dibaca ulang.
Alih-alih mendekati keinginan, yang ada malah jungkir balik ngga karu-karuan.
Tapi itulah uniknya cinta, ngga pernah bisa diduga, datang tanpa diundang pulang tanpa diantar #eh?


Ketika cinta menyapa, yang bisa saya lakukan hanyalah menikmatinya.
Jika saya adalah melodi, biarkan dia jadi partiturnya, agar semua tercipta dalam harmoni yang terdengar sempurna
Jika dia adalah kanvasnya, maka saya akan jadi kumpulan warna yang paling bercahaya untuk menghiasinya.


Cinta datang untuk siapa saja, tanpa menghiraukan batasan yang manusia buat.
Tua, muda; miskin, kaya; berpendidikan, atau tidak; semua sama.
Dan ketika akhirnya saya jatuh cinta [lagi] dan hati saya jatuh pada seseorang yang berusia jauh lebih muda, saya bisa hanya tertawa dan berujar 'gila!'


Berulang kali saya menimbang-nimbang, menghitung dalam kisaran neraca rugi-laba dan mencari kepastian, apakah memang benar ini yang saya inginkan, atau hanya gelitik sementara yang bisa datang dan menghilang tanpa aba-aba.
Dan, oh well, after much consideration, saya menyadari kalau ternyata ini bukan rasa biasa.
Saya coba tanyakan kepada Sang Pemilik Kehidupan pun, jawabannya tetap sama, dalam sujud yang tergambar hanya wajahnya.


Jika hanya getar yang sementara, kenapa terasa ngilu ya ketika dia begitu dekat tapi tak mampu terengkuh dalam hasrat?
Jika memang ini timbul karena disengaja, kenapa setiap malam meretas, ada dia yang begitu setia hadir melintasi setiap mimpi?
Semakin ditahan, semakin menyiksa, ingin bilang saja padanya, tapi takut membayangkan dia tertawa dan mengatakan saya 'sakit jiwa'


Saya akan begitu merindu kalau dia tak lagi ada untuk membuat saya tertawa dan menikmati setiap kebersamaan yang tercipta.
Dengan dia, semua terasa berbeda. Entah kenapa.
Begitu nyaman dan membuat saya merasa, bahagia....


Ketika dia akhirnya tahu apa yang saya rasa, saya hanya bisa berkata...
"Don't mean to be bold, gotta let you know,
I gotta thing for you, and I can't let go" 


Bagi saya, dia begitu sempurna dalam segala kesederhanaannya.
Saya suka...


Semoga dia juga merasakan yang sama.
Jika iya, ah, bahagianya...

Friday, October 14, 2011

Bukan Lagi Dua, Melainkan Satu

Setelah sekian lama absen menjentikkan jari bercerita dan meramu kata di halaman penuh makna (*tsah*) akibat menumpuknya jadwal kerja yang menggila, akhirnya sukses juga saya mendaratkan diri saya di lantai dua sebuah warnet di dekat kos tercinta.
Memang bukan tempat favorit buat nge-blogging sih secara saya harus beradu dengan rentetan suara yang memecah gendang telinga - ya pekikan kegirangan (malah kadang kemarahan) para gamer - juga backsound yang ngga kalah serunya dari playlist yang entah dari negara antah berantah mana referensinya.
Belum lagi sempat mencoba untuk sedikit menggeliatkan jemari di atas tuts yang menanti untuk 'disetubuhi', saya masih harus membagi otak saya dengan ribuan desibel suara yang menggelitik, memancing hasrat untuk melontarkan teriakan "BERISIK!"
Ya, bukan salah warnet-nya sih, salah saya juga kenapa memilih untuk menghabiskan sisa waktu saya disini.

Well anyway, setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, termasuk mencoba menyabarkan diri dengan tampilan layar yang bergoyang-goyang dan mouse yang kurang kooperatif, sukses juga saya menyelesaikan setidaknya paragraf awal dari cerita yang entah akan bermuara dimana.

Ini kali kedua, saya dan #dia duduk bersama (walaupun agak jauh letaknya) untuk sekedar berbagi bahagia atas hari yang baru dilalui berdua.Sudah hampir bulan kedua sejak awal bertegur sapa hingga akhirnya mengambil keputusan besar untuk saling mengisi halaman demi halaman buku kehidupan kami.
Buat saya, ini adalah salah satu dari sekian keputusan-keputusan terbaik yang saya ambil di tahun ini, mendekati penghujung tahun. Boleh jadi ini adalah titik balik untuk saya setelah berulang kali jungkir balik dan nyaris terdampar di titik nadir. Kehadiran #dia membuat saya lebih mensyukuri kesederhanaan dalam hidup yang istimewanya bisa terasa begitu 'mewah' ketika diujicoba. Sedikit banyak saya belajar untuk melerai benang-benang kusut yang belakangan rajin berlari-larian menyumbat aliran darah di kepala - dan memintalnya menjadi sebuah karya indah yang menyenangkan untuk dipandang mata.
Esensi hidup pada hakikatnya adalah membuat manusia berjalan selangkah lebih maju dari hari sebelumnya - karena tentunya hidup tidak berjalan mundur, bukan? Dengan #dia, kebiasaan lama saya yang sering membubuhkan tanda bold dan underline pada masa lalu yang bergelantungan menunggu ditengok berganti dengan kecintaan baru saya pada renda-renda yang mempermanis halaman buku yang kami tulisi bersama.

Belum lama ini saya begitu antipati dengan kata "berkeluarga". Bagi saya (tadinya) berkeluarga hanyalah sekedar simbol status bagi kebanyakan orang bahkan salah satu syarat agar tidak tercoret dari daftar ahli waris keluarga karena lalai memberikan keturunan yang diharapkan menjadi penerus nama besar leluhur. Keluarga hanyalah sebuah lembaga - bagian dari tradisi dan ketentuan agama. Itu saja. Namun jika sekarang saya kembali berbunga-bunga dengan ide untuk hidup bersama yang disahkan oleh lembaga negara juga agama, salahkan saja #dia. Dengan seluruh kesabaran yang dia punya, dia mampu meyakinkan saya bahwa sejatinya kami memang ditakdirkan untuk menua bersama. Bayangan nenek-kakek yang sudah renta dimakan usia namun tetap saling memendarkan cinta lewat tatapan mata kala saling duduk mesra di beranda dan membahas headline sebuah harian ternama membuat saya tersipu malu. Atau.....menghabiskan senja dengan berjalan di pematang sawah dan membiarkan kaki kami yang telanjang beradu dengan rerumputan membuat saya jatuh dalam haru. Saya sudah menemukan yang saya cari. Seseorang yang tidak hanya ada untuk berbagi di saat saya tegak berdiri tetapi juga rela merendahkan diri demi menangkap saya yang nyaris tanpa daya pasrah pada gravitasi. 

Jika tiba saatnya nanti, seperti katanya yang sering ia bisikkan ditelinga bahwa "semua akan indah pada waktunya", maka saya akan tetap menunggu disini. Berkerudungkan satu harapan pasti bahwa apa yang kami miliki tidak akan pernah terbagi; sejak kini dan sampai pada akhirnya nanti.


"You've already won me over, in spite of me
and don't be alarmed if I fall, head over feet
don't be surprised if I love you for all that you are
I couldn't help it - It's all your fault"
-Alanis Morisette: Head Over Feet-







Friday, October 7, 2011

|Miracles Still Happen: When You Believe - A Story of Hope, Faith and ALLAH's Love: Waking Up From a Comma

This is a story of my dad. This is a story about miracle. This is a story about his personal encounter with ALLAH; and got his life saved.

About 3 years ago, my dad started to have really bad problems with his sight. He couldn't see clearly and need to undergo a series of eye therapy.
When finally his sight became worst the doctor recommend him to have eye surgery instead.
My dad had gone through 4 times eye surgery and his sight was even worst than ever. He only has 10% of his sight and everything became really blur for him.

My dad has diabetes and has already lost one eye due to diabetes complication. This is the only eye he has left and he became really stressful of the thoughts of losing his only eye.

Decision had been made; my mom decided to bring my dad for another eye surgery in Singapore in one of the best hospital in town. Meeting arrangement with the doctor had been set up, tickets had been ordered and passports had been renewed. All set.

Few days before my dad's departure to Singapore, I prayed. I felt really crushed because all I ever wanted is to have my dad walking beside me on my wedding day (one day) and I will be the one who will be holding his hands proudly. If the operation failed, how could I have him walk beside me?

In the middle of me crying, I heard ALLAH said 'stop crying, your dad is already healed'
I wasn't so sure at first. I kept asking ALLAH to show me proof if he's healed

I have a custom of laying my hand on the Holy Qur'an cover and ask for ALLAH's wisdom to show me what HE wants to say. Amazingly, HE shown me verses of miracle healing in two different Chapter. All verses about healing!

My heart jumped with joy and I dialed my mom number directly to tell her that no need to go to Singapore 'cause daddy is healed!

But I had to swallow my happiness in an instant. My mom doesn't believe me and even turn my call off when I mentioned about praying in faith.

Few days before leaving to Singapore, my mom called again and cried at the phone saying that my dad has to be hospitalized in Jakarta due to prostate infection and need to be operate soon.

I was at the office in Bali at that time and I felt that my head spin. What is this? My dad's eye is still in worrying condition and now, another operation need to be done for his prostate infection.

Honestly, at that time, I start questioning God....
"Why?????"

That morning on July 3rd, 2009; my dad undergo prostate surgery and need to be isolated in the ICU for thorough evaluation; in case anything happen due to his diabetes complication. For someone with diabetes like my dad, sugar level in his blood need to be well maintained. If it's too high or too low, my dad's life is at risk. Having a diabetes also means that the high sugar level above normal could affect other body parts and damage them.

That July 3rd, 2009 at 17:00, my mom called-cried-and told me that there had been bleeding. I was in complete shocked and decided to fly to Jakarta immediately on the first flight in the next morning.

When I finally reached the hospital, I stormed my way to the ICU; eagerly seeing my dad. What a relief seeing him a better condition and what surprise me the most is: he told me that he could see now! My dad said that his sight is fully recovered! Without any eye surgery at all!
Now I finally understand that, that night when I prayed; ALLAH healed my dad's sight. That's why HE asked me not to cry anymore.

But.........the story has not end yet.
July 5th, 05:00 AM, my dad has another bleeding and need to be rushed to the operating theater once again.....
"What now???"

July 5th, 13:00 PM, my dad started to had breathing difficulty. The oxygen level in his blood is not sufficient enough to supply his needs – and if it’s continued, my dad may lose his consciousness.

July 5th, 18:00 PM, my dad start to lose conscious; the oxygen level now was below normal; his heartbeat increasing rapidly. The normal rate is between 80 – 100, but my dad’s was 180!

Doctor said that my dad had a heart attack and pneumonia

Tears are all over my face. Seeing my dad in pain, trying to absorb the oxygen really tore my heart in pieces. I kept singing praying asking ALLAH to help my dad make it thru so he could breathe normally again.

But my prayers seemed didn’t change anything….My dad was like fish struggling for water. He’s now unconscious….

July 5th, 23:00 PM
My dad was now 100% fully supplied by oxygen from the machine and couldn't breathe on his own; his now in comma....

Doctor told us that with my dad's condition, he only had under 50% chance of survival and our family pastor 
(my family are Christians - mostly)  even said that we had to prepare for the worst.
He even told us to have a family prayer in my dad's ICU room and personally let him know that "it's okay if you have to go....."
My mom even already arranged my dad's best suites to be delivered from our home and my aunts and uncles had already discussed about my dad's coffin...

BUT.....
Human's way are not ALLAH's
ALLAH's power can't be limited.

After almost 2 days of comma.....my dad, finally opened his eyes.....and started breathing on his own

Theoretically, after almost 5 hours struggling with no sufficient oxygen, my dad was supposed to had some nerves damaged and might be some memory or brain function loss.
But guess what??? He's 100% cure! PERFECT!

I used to say that "dear GOD, I had a big problem"; but now, I will stand proudly and say "hey problem, I have a BIG GOD!"

Miracles do happen.....and will still happen as long as we believe in HIM



"and We sent down in the Quran that is healing and mercy to those who believe" Quran 17:82

Your Failures Do Not Define You

Ever wondered why you could not make everything going right?
Always stumble in the same old hole?
Always repeating the same mistakes even when we knew that it's the wrong thing to do?
And you're now desperately seeking the answer of "How Come?"; "Why"?
Maybe even the people that you trust and respect the most started to blame you for not being obedient enough; not praying enough; not reading Holy Qur'an enough OR for not being a good Christian or Buddhist or Hindu
And you're starting to feel so convicted by the judgment and starting to questioning whether you're worthy enough or not in HIS sight.

Well....
Our flesh is weak but we're strong in HIS spirit.
We could never win over any obstacles in our life if we're counting on our 'weak-self'

It's not about how many times we failed, stumbled or fell that matter the most.
NO! ALLAH does not count that.
The good news is, ALLAH only counting on how many times you gather your strength and trying your best to raise again.

HE understands who we are.
HE knows what we're thinking and even HE knows what we're about to do, even when we don't even know it yet.
So HE knows precisely how and when we're going to commit sins.

But....does all the facts above change the way HE feels about us?
NO! Certainly NOT!

ALLAH look deeper into our every hearts and feel every beat; every tears; every sorry-feeling; every pain and every effort we've tried to come back to HIS wonderful embrace.

So, life is not about what we think about who we are but it's about who we are in ALLAH's sight: 'Precious', 'Adorable', 'Loved', 'Trusted' and 'Wanted'

ALLAH is soooo ready to embrace you with HIS abundant love, from today on and will last forever

Have you made your choice today to stand up and receive HIS blessings - whatever the circumstances you're in?

ALLAH blesses you!

Tell Someone You Love Them

It doesn't require a great deal of energy to make a huge difference to your community.

Starting today, please spend some time to tell the people around you that you love them.
A simple word which could heal the broken-hearted, could give comfort to people with burden, could give courage to those who has no faith to go on, and could give a touch of love to those who yearn of ALLAH's unconditional love.

[a tiny baby step could change the whole world]


This is a movement to touch others' lives - ALLAH's way. 
Focusing on regaining our healthy identity back just as how the way ALLAH would want us to be.


People with broken past; growing up in unhealthy environment; victim of abusive parents or people that they trusted the most; people with emotional insecurity; abandoned children; and so many others who are emotionally damaged; are hard to accept themselves and always have negative sentiments over themselves; treat themselves badly in a harmful & destructive ways [both physically & mentally - often lead to suicide attempt]; no self respect; - which also affected the way they treated others

Me, for example; was raised in a very conservative family. A always means A, no toleration for AB, B or even C
On the other hand, I'm a very very strong headed person.
We often argue and ended up with verbal abuse - starting when I was 13
I was not a really bright kid - just ordinary. Didn't make many friends; not even talented and not even could be proud of.
I was adopted and....my adoptive parents said that all because of I was conceived from a bad seed
I was often told that I was no good.
No good and nice things could come out of me.


These verbal abuse starting to grow to physical abuses.
I was beat up; thrown at with chair; felt my dad's feet on my head; thrown to the wall and even forced to swallow poisonous ingredients with my mom cheering at my back

They could never heard me saying no on their condition.



I grew up into a very very destructive teenager.
Learn to smoke at the age of 13
Learn to love alcoholic drink & even use cannabis on later stage
Living a really wild life - for me my life started at midnight - when the normal people sleep, me and my homies just start dealing with rock and roll, drugs and party. Whew!

I even had tried to attempt suicide for 4 times!
I ended up in ICU for 4 times and wondered why I still alive

One day, I had a breakthrough, that changed my life in an instant.
On my 5th suicide attempt, I was at a bus; I heard a singing sung by a homeless. It was a religious song.
Amazingly, after a year of not having any interaction with God-and never been able to cry for any of religious songs I'd heard- but on that night, just when I about to end my life; I cried
But this time, a different cry....
I felt that all my burden; my hatred; my feeling of unloved-insecurity-unworthy-rejection are all washed away





I felt that on that night I have found my way out...
and miraculously the strength to forgive myself and my past flows from within
I'm now reborn - and even better: I now have abundant love to be given to those who are just like who I used to be



This is a story of how ALLAH has shown me the way back to HIS love. But unfortunately, not everyone has the chance to experience HIS great kindness & grace because they have never heard of HIM

This is a movement; to let people know that even we are broken and shattered [just like a vase]; ALLAH would love to glued us again with HIS abundant love-HIS unconditional acceptance and would love to put again a bundle of fresh beautiful flowers inside each one of us.
We may still look broken from the outside after all that we've been through, but, one thing for sure, it could never change the fact that from the broken vase, we could still see the beauty of the flowers within.



And moreover, we are destined to great things with our lives -don't just dream, make it happen! If ALLAH be with us when we cross the START line, HE will also be there when we finally reach the FINISH line.


This is my desire that each one of us could look at themselves the way ALLAH value us :)

-THIS IS A CROSS- CULTURE, RACE AND RELIGIONS MOVEMENT. WE'RE ALL HUMANS AND WE'RE A
LL EQUAL IN ALLAH'S SIGHT-

Monday, September 5, 2011

Ketika "Kelebihan" Jadi Terasa Berlebihan

















Ngga ada orang yang ingin jadi biasa-biasa saja.
Begitu juga saya.
Hidup normal dan berjalan mengikuti standar sangat ngga menarik di mata saya.
Makin absurd makin saya suka!
Tapi sepertinya kali ini saya kena batunya.
"Kelebihan" berbalik jadi beban yang berlebihan.
Saya semakin tenggelam dalam pusaran yang mematikan, antara yang nyata dan yang maya, bahkan diantara keduanya.
Ya, "indera perasa" saya memang agak sedikit berbeda dari kebanyakan manusia lainnya.
Saya bisa 'berjalan' diantara 'ada' dan 'tiada' tanpa harus meninggalkan ke-'manusia'-an saya.
Semakin bingung membacanya? Saya juga kikuk entah harus menjelaskan dari mana agar mudah dicerna.


Awalnya biasa saja. Seperti wajarnya anak umur 13-tahun lainnya.
Sekian belas tahun yang lalu cerita ini bermula.

Yang tidak lazim, saya bisa melihat yang tidak kasat mata, menembusi dimensi yang berbeda dan hampir setiap hari meregang nyawa hanya untuk terbangun dari tidur.
Jika banyak orang harus berebutan tiket pesawat untuk bisa merasakan sensasi terbang melintasi pegunungan atau lautan, saya hanya cukup memejamkan mata dan 'voila!' - terbang melayang pun sudah jadi hal yang biasa.
Raga boleh saja pulas terbaring di atas tempat tidur berukuran 120 x 80, disaat yang sama sukma bebas melenggang pergi.
Jika banyak yang penasaran akan masa depan, saya hanya cukup bermimpi dan rentetan kejadian yang akan terjadi bersegera melintas berganti-ganti.
Jika ingin tahu apa yang terjadi dengan mereka yang dekat di hati, cukup gunakan telepati dan tanpa perlu tergantung sinyal atau koneksi, jalinan komunikasi lancar terbagi.

Ah! Pasti saat ini sudah banyak dahi yang berlipat dan entah berapa banyak lagi mata yang terangkat tidak percaya.
Pasti saya akan dibilang 'ngelindur' jika bertutur tentang hal yang tak bisa dinalar oleh logika.
Entah harus bersyukur atau mengumpat kepada 'sang pemberi mandat'
Tapi yang jelas saya sekarang sedang merasakan hidup saya sedang di ambang sekarat.
Sudah tidak menyenangkan lagi rasanya harus terus-menerus melihat kelamnya hitam sementara dunia yang saya diami cerah berwarna.
Semakin hari semakin takut untuk sekedar memejamkan mata karena untuk kesekian kalinya sebelum orang-orang tercinta tiada, saya melihat mereka hadir melintasi mimpi. Dan dalam hitungan hari, saya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus pergi tanpa akan pernah kembali.
Apa enaknya melihat manusia tanpa organ yang sempurna berserakan di sebuah bangsal rumah duka atau bertemu jiwa-jiwa terhilang di perbatasan yang inginkan jawaban atas sebuah kematian?

Entahlah.
Saya hanya ingin seperti orang-orang normal lainnya yang punya hak untuk tertidur pulas tanpa takut disambangi mimpi yang membuat bulu kuduk berdiri.








Rindu Itu Ibarat Candu dan Candu Itu Kamu

Baru masuk hitungan hari sejak terakhir kali bersama, tapi rindu yang terasa hampir saja membuat saya gila.
5 September - waktu menunjukkan pukul 17:55, untuk kesekian kalinya dalam hari ini saya memikirkannya.
Satu-satunya yang membuat lega adalah saya masih bisa menikmati pemikiran-pemikirannya yang terangkai dalam jutaan kata sarat makna ketika si dia nun jauh disana.

Enggan beranjak dari tempat saya duduk demi melahap baris demi baris kata sambil tak henti berdecak kagum dan gelengkan kepala ketika banyak hal yang disinggungnya bersamaan dengan cara pandang saya tentang kehidupan.
Ibarat kue nastar yang kami gila-i, setiap sensasinya selalu hadirkan rasa ingin lagi, lagi dan lagi. Enggan berhenti.
Biarpun entah sudah berapa banyak yang tercerna, masih saja mengiba untuk bisa gerogoti remahnya.


Kata orang, semut mati akibat gula; karena terlalu banyak rasa manis yang menjejali tubuh mungilnya.
Namun jika bicara soal "manis"nya cinta, sebanyak apapun rasa manis yang terserap, selalu saja ada ruang untuk asupan demi asupan berikutnya.

Apa relevansinya antara manisnya jalinan kata, cinta, kue nastar yang menggoda dengan candu? Semuanya mengingatkan saya akan: kamu!
Dan semakin saya ingat, semakin saya inginkan lagi, lagi, lagi dan lagi.

Sebuah Curhat Menyoal Rasa

Hari pertama kembali bekerja otak saya sedang tidak sinkron dengan mata dan koordinasi gerak saya.
Di kepala tersirat A, yang teraplikasikan malah bisa jadi Ab, B, C atau malah bahkan D.
Jadi maaf sekali Boss, seperti-nya saya harus memulai hari pertama saya bekerja hari ini dengan blogging saja agar saya tidak jadi semakin gila.
Ibarat besi kurang oli, seret. Dibuka paksa juga percuma, yang ada malah berantakan semua.

Well, and the story goes like this...

Berawal dari keisengan (yang disengaja tepatnya) membuka blog pasangan saya dan menilik satu persatu isinya hingga ke akar-akarnya , membuat saya agak sedikit sakit kepala.
Dari kepala, turun ke hati. Ada percikan cemburu yang menari-nari. Membuat dada bergemuruh tiada henti dan jantung berdegup seakan lari.
"Oh, no!" saya terserang gejala penyakit baru-kah?

Teringat akan sebuah stiker yang menempel dengan manisnya di laci kamar pasangan saya "kata adalah senjata", saya mulai kembali menelaah apa yang terpapar di halaman penuh cerita miliknya.
Tanggal posting-nya memang sudah lalu dan sudah tergantikan banyak cerita baru.
Tapi entah mengapa, rasanya masih seperti baru kemarin. Ngilu. Ibarat ada benda asing yang menelusup ke dalam lapisan kulit. Begitu mengganggu.
"Heran, rasa sakit kok dipelihara", saya mulai mengutuki diri sendiri dan menuding-nuding hati yang selalu beradu dengan logika dan fakta.
Ya, tapi tetap saja, biar diusir-usir dengan paksa, jejaknya masih tertinggal disana.
Saya jadi mulai membanding-bandingkan, apakah saya sebaik dia yang lama ataukah malah kebalikannya?
Berbagai tanya akan "mengapa, apa, siapa dan lalu bagaimana" seakan berebutan berlalu-lalang di kepala.
Bikin macet logika saja.

Gerah. Saya putuskan untuk basahi tenggorokan dengan segelas air dingin.
Lega? Tidak juga. Tapi setidaknya saya sudah ketemu jawabnya.
Sepertinya saya sedang kena sindrom "cemburu buta"
Cemburu sudah pasti karena objek yang dicemburui adalah juga wanita.
Buta? Ya karena saya masih rajin mengutak-atik kenangan lama dan membacanya dengan kaca pembesar pula! Akhirnya hal yang sebenarnya biasa jadi seolah tampak seperti raksasa yang siap menelan saya.

Saya seolah terlupa bahwa sebersih apapun sebuah goresan berusaha dihapus, tetap masih akan ada bekasnya. Mungkin saja bisa kembali putih, tapi tidak akan jernih.
Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berusaha memberikan warna terbaik pada kanvas putih yang sudah dipercayakan kepada saya untuk didekorasi dan berharap bahwa pada akhirnya nanti warna yang saya bubuhkan bisa sepenuhnya mengisi bagian-bagian yang diperlukan.

Biar saja rasa takut kehilangan yang senang menyembul-nyembul ini saya gantikan dengan curahan perhatian bagi pasangan tersayang sambil tetap memberikan ruang baginya untuk tetap menjadi dirinya. Berkaya tanpa takut bermain kata.
Bukankah apa adanya dia yang membuat saya jatuh cinta? Kenapa harus jadi terobsesi untuk merubahnya?
Ketakutan yang saya punya hanya akan membuat penat kepala, otak, hati dan rasa saja. Buang-buang energi.
Saya hanya cukup lakukan yang terbaik, menyerahkan-NYA kepada Sang Khalik penguasa kehidupan dan berjalan dengan pengharapan bahwa saya dan pasangan diciptakan untuk saling berjalan beriringan, hingga maut memisahkan.

Insya Allah.





























Sunday, September 4, 2011

...Untuk Dia Yang Hadirnya Membuatku Serasa Sempurna...





















Kupanggil kau, "CINTA",
meski ku tahu tak semua cinta sempurna,
Kunamai kau pasangan jiwa, meski ku tahu tak selalu kita seia sekata...

Banyak yang bilang bahwa cintaku buta,
Tapi tak mengapa, karena bersamamu aku temukan cahaya
Banyak juga yang mencerca karena katanya aku tak pakai logika,
Well, itu juga tak mengapa karena bersamamu aku mengerti
bahwa kesederhanaan jika dinikmati bersama juga sama berharganya


Bukan karena ketidaksengajaan kita bersama,
Karena rencana Illahi jauh lebih besar dari ketidaktahuan kita
dan bukan karena DIA alpa kita ditakdirkan untuk saling mencinta,
Karena DIA tahu, bersama, kita bisa membuat yang cacat secara kasat mata menjadi sempurna dan berharga

*to someone who has made me feel so special lately: Pradipta Nugrahanto*

REVOLUSI HATI VERSUS IDIOTIK DOKTRIN

Yang lama sudah mati …
Luruh bersama racun isi otak dan hati ….

Segala pemahaman yang dipaksakan,
segala kepahitan yang disuntikkan,
dan segala kamuflase atas nama CINTA yang dulu sempat mengendap; menguap sudah …….

Hampa memang,
tapi sinar baru datang membayang...
Menanti waktunya untuk berperan,
menggantikan redupnya senyum kekelaman.

Revolusi; dimulai dari hati, dari diri sendiri …..

Idiotik doktrin;
sebuah wacana kehidupan, pemusnahan karakter, pembodohan krusial……
Tidak akan ada lagi kepala yang akan tunduk pada taringmu!
Tidak akan ada lagi tangan yang terbelenggu oleh murkamu!
TIDAK! Sekali lagi, TIDAK!!!!!

BANGSAT ini lelah sudah akan penindasanmu!
Cari saja budak yang baru!
Biar transformasi terjadi dan menjadi revolusi hati, walau aku cuma seorang BANGSAT!
Karena BANGSAT ini juga manusia yang berhak untuk mengecap bahagia!

*YA! karena hidup adalah sebuah pilihan yang dibuahi oleh kesadaran*

 

Ini Gila, Ini Cinta!


Cuma bisa terdiam membeku, bisu, meski ku tak gagu
Kucoba meredam gemuruh di dalam dada, coba alihkan rasa
Namun tak kuasa, Isi otak hanya tentang dia,
Seakan tak lagi ada yang bisa tenangkan jiwa selain hadirnya...

Ini gila, tapi sumpah ini cinta!

Jika dia tak ada, seakan waktu merayap lambat
Ingin rasanya menggugah mentari agar segera beranjak pergi,
Biar esok tiba lebih cepat,
Biar kerinduan ini segera tertambat,
Biar tak lagi tersumbat segala asa yang menanti terkuak...

Betapa bangga memanggilnya belahan jiwa,
Betapa bersyukurnya bahwa dia ada
Ini mungkin terdengar gila, tapi sumpah aku cinta!
Hanya dia yang bisa, buatku bahagia dan merasa sempurna

*love you so much, sayaaaang!*

Apa Adanya Dirimu Sempurna Buatku

Sayangku, dengarkan aku...
tak perlu lagi ragu, ini aku,
aku bukannya mereka yang hanya bisa dipuaskan dengan sesuatu yang palsu lagi semu
tak perlu lagi mencoba jadikan dirimu sempurna,
karena apa adanya dirimu jauh lebih berharga...

Ada indah yang menyapa disetiap kerlingan mata,
ada cinta yang tergambar disudut senyum bersahaja,
ada makna yang tersaji disetiap tutur kata,
dan ada sejuta rasa bangga yang menyelip dikala kau dan aku, bersama...

Sayangku,
segala tentangmu buatku mengerti,
bahwa hidup adalah tentang mencintai segala yang terjadi, dan menerimanya dengan kelapangan hati
kesederhanaanmu buatku tak lagi menggilai segala yang bias dan tak murni dari hati
denganmu aku pahami, bahwa cinta adalah untuk dinikmati dan biarkan mengalir bersama mimpi agar indah kesudahannya nanti...

Sayangku,
apa adanya dirimu, adalah sempurna bagiku...





















*terima kasih ya sayang, buat semua pembelajaran yang sudah terbagi selama ini, satu yang kutahu pasti, kau takkan pernah terganti*