You'll Know Me As...

My photo
Jakarta, Indonesia
Founder of @ProjekMimpi - a reality book and workshop project. Founder of @LenteraMahadaya - a non profit organization for Muallaf / Muslim convert Proud owner of Love Actually Planner @LA_Planner + @Lady Mosh Invaders [Rockin' clothing line for hijabers] @LadyMoshInvader - Twinkle Twinkle(band) Manager @thetwinkstars. Media / Promotion Manager of @KitchenDeath gothic band Jakarta - a rebel. a lover. a dreamer. a believer. a fighter. lately a muallaf. loves writing fiksimini and blogging. an ordinary someone with XTRAordinary dreams. a proud SINGLE mother of one adorable metalhead son \m/ .that i can be a bitch most of the times [err in a positive way I suppose?] .hopelessly romantic ordinary woman - LOOKING FOR that special someone to fill in the 'gap' and help making me whole; again -
Showing posts with label #irenedipta. Show all posts
Showing posts with label #irenedipta. Show all posts

Friday, October 14, 2011

Bukan Lagi Dua, Melainkan Satu

Setelah sekian lama absen menjentikkan jari bercerita dan meramu kata di halaman penuh makna (*tsah*) akibat menumpuknya jadwal kerja yang menggila, akhirnya sukses juga saya mendaratkan diri saya di lantai dua sebuah warnet di dekat kos tercinta.
Memang bukan tempat favorit buat nge-blogging sih secara saya harus beradu dengan rentetan suara yang memecah gendang telinga - ya pekikan kegirangan (malah kadang kemarahan) para gamer - juga backsound yang ngga kalah serunya dari playlist yang entah dari negara antah berantah mana referensinya.
Belum lagi sempat mencoba untuk sedikit menggeliatkan jemari di atas tuts yang menanti untuk 'disetubuhi', saya masih harus membagi otak saya dengan ribuan desibel suara yang menggelitik, memancing hasrat untuk melontarkan teriakan "BERISIK!"
Ya, bukan salah warnet-nya sih, salah saya juga kenapa memilih untuk menghabiskan sisa waktu saya disini.

Well anyway, setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, termasuk mencoba menyabarkan diri dengan tampilan layar yang bergoyang-goyang dan mouse yang kurang kooperatif, sukses juga saya menyelesaikan setidaknya paragraf awal dari cerita yang entah akan bermuara dimana.

Ini kali kedua, saya dan #dia duduk bersama (walaupun agak jauh letaknya) untuk sekedar berbagi bahagia atas hari yang baru dilalui berdua.Sudah hampir bulan kedua sejak awal bertegur sapa hingga akhirnya mengambil keputusan besar untuk saling mengisi halaman demi halaman buku kehidupan kami.
Buat saya, ini adalah salah satu dari sekian keputusan-keputusan terbaik yang saya ambil di tahun ini, mendekati penghujung tahun. Boleh jadi ini adalah titik balik untuk saya setelah berulang kali jungkir balik dan nyaris terdampar di titik nadir. Kehadiran #dia membuat saya lebih mensyukuri kesederhanaan dalam hidup yang istimewanya bisa terasa begitu 'mewah' ketika diujicoba. Sedikit banyak saya belajar untuk melerai benang-benang kusut yang belakangan rajin berlari-larian menyumbat aliran darah di kepala - dan memintalnya menjadi sebuah karya indah yang menyenangkan untuk dipandang mata.
Esensi hidup pada hakikatnya adalah membuat manusia berjalan selangkah lebih maju dari hari sebelumnya - karena tentunya hidup tidak berjalan mundur, bukan? Dengan #dia, kebiasaan lama saya yang sering membubuhkan tanda bold dan underline pada masa lalu yang bergelantungan menunggu ditengok berganti dengan kecintaan baru saya pada renda-renda yang mempermanis halaman buku yang kami tulisi bersama.

Belum lama ini saya begitu antipati dengan kata "berkeluarga". Bagi saya (tadinya) berkeluarga hanyalah sekedar simbol status bagi kebanyakan orang bahkan salah satu syarat agar tidak tercoret dari daftar ahli waris keluarga karena lalai memberikan keturunan yang diharapkan menjadi penerus nama besar leluhur. Keluarga hanyalah sebuah lembaga - bagian dari tradisi dan ketentuan agama. Itu saja. Namun jika sekarang saya kembali berbunga-bunga dengan ide untuk hidup bersama yang disahkan oleh lembaga negara juga agama, salahkan saja #dia. Dengan seluruh kesabaran yang dia punya, dia mampu meyakinkan saya bahwa sejatinya kami memang ditakdirkan untuk menua bersama. Bayangan nenek-kakek yang sudah renta dimakan usia namun tetap saling memendarkan cinta lewat tatapan mata kala saling duduk mesra di beranda dan membahas headline sebuah harian ternama membuat saya tersipu malu. Atau.....menghabiskan senja dengan berjalan di pematang sawah dan membiarkan kaki kami yang telanjang beradu dengan rerumputan membuat saya jatuh dalam haru. Saya sudah menemukan yang saya cari. Seseorang yang tidak hanya ada untuk berbagi di saat saya tegak berdiri tetapi juga rela merendahkan diri demi menangkap saya yang nyaris tanpa daya pasrah pada gravitasi. 

Jika tiba saatnya nanti, seperti katanya yang sering ia bisikkan ditelinga bahwa "semua akan indah pada waktunya", maka saya akan tetap menunggu disini. Berkerudungkan satu harapan pasti bahwa apa yang kami miliki tidak akan pernah terbagi; sejak kini dan sampai pada akhirnya nanti.


"You've already won me over, in spite of me
and don't be alarmed if I fall, head over feet
don't be surprised if I love you for all that you are
I couldn't help it - It's all your fault"
-Alanis Morisette: Head Over Feet-







Sunday, September 4, 2011

...Untuk Dia Yang Hadirnya Membuatku Serasa Sempurna...





















Kupanggil kau, "CINTA",
meski ku tahu tak semua cinta sempurna,
Kunamai kau pasangan jiwa, meski ku tahu tak selalu kita seia sekata...

Banyak yang bilang bahwa cintaku buta,
Tapi tak mengapa, karena bersamamu aku temukan cahaya
Banyak juga yang mencerca karena katanya aku tak pakai logika,
Well, itu juga tak mengapa karena bersamamu aku mengerti
bahwa kesederhanaan jika dinikmati bersama juga sama berharganya


Bukan karena ketidaksengajaan kita bersama,
Karena rencana Illahi jauh lebih besar dari ketidaktahuan kita
dan bukan karena DIA alpa kita ditakdirkan untuk saling mencinta,
Karena DIA tahu, bersama, kita bisa membuat yang cacat secara kasat mata menjadi sempurna dan berharga

*to someone who has made me feel so special lately: Pradipta Nugrahanto*

Ini Gila, Ini Cinta!


Cuma bisa terdiam membeku, bisu, meski ku tak gagu
Kucoba meredam gemuruh di dalam dada, coba alihkan rasa
Namun tak kuasa, Isi otak hanya tentang dia,
Seakan tak lagi ada yang bisa tenangkan jiwa selain hadirnya...

Ini gila, tapi sumpah ini cinta!

Jika dia tak ada, seakan waktu merayap lambat
Ingin rasanya menggugah mentari agar segera beranjak pergi,
Biar esok tiba lebih cepat,
Biar kerinduan ini segera tertambat,
Biar tak lagi tersumbat segala asa yang menanti terkuak...

Betapa bangga memanggilnya belahan jiwa,
Betapa bersyukurnya bahwa dia ada
Ini mungkin terdengar gila, tapi sumpah aku cinta!
Hanya dia yang bisa, buatku bahagia dan merasa sempurna

*love you so much, sayaaaang!*

Apa Adanya Dirimu Sempurna Buatku

Sayangku, dengarkan aku...
tak perlu lagi ragu, ini aku,
aku bukannya mereka yang hanya bisa dipuaskan dengan sesuatu yang palsu lagi semu
tak perlu lagi mencoba jadikan dirimu sempurna,
karena apa adanya dirimu jauh lebih berharga...

Ada indah yang menyapa disetiap kerlingan mata,
ada cinta yang tergambar disudut senyum bersahaja,
ada makna yang tersaji disetiap tutur kata,
dan ada sejuta rasa bangga yang menyelip dikala kau dan aku, bersama...

Sayangku,
segala tentangmu buatku mengerti,
bahwa hidup adalah tentang mencintai segala yang terjadi, dan menerimanya dengan kelapangan hati
kesederhanaanmu buatku tak lagi menggilai segala yang bias dan tak murni dari hati
denganmu aku pahami, bahwa cinta adalah untuk dinikmati dan biarkan mengalir bersama mimpi agar indah kesudahannya nanti...

Sayangku,
apa adanya dirimu, adalah sempurna bagiku...





















*terima kasih ya sayang, buat semua pembelajaran yang sudah terbagi selama ini, satu yang kutahu pasti, kau takkan pernah terganti*